Seperti Mendapat Mukjizat
Kalau berbicara soal penderitaan, rasanya cukup buat saya. Tidak tanggung-tanggung selama 20 tahun saya menderita HFS. Selama itu pula saya mengalami penderitaan yang tak terkirakan. Sudah tak terhitung, berapa dokter saraf yang saya datangi, tapi semuanya tidak ada yang bisa memberikan solusi pengobatan yang tepat. Bahkan tak sekedar kedutan, setelah sekian tahun berjalan, wajah saya berubah menjadi merot karena tertarik ke belakang.Setelah berbagai macam dokter di Jakarta tidak berhasil, saya tidak putus asa, saya kemudian mencari peruntungan dengan beralih mencoba tusuk jarum yang konon bisa menyembuhkan. Tapi lagi-lagi tidak berhasil, sehingga saya beralih lagi ke suntik botox. Memang suntikan ini membuat wajah saya tak bergerak-gerak lagi, namun efek dari suntikan ini selain membuat wajah saya terasa bebal, lama kelamaan mata saya menjadi melotot. Karena tidak ada manfaatnya sehingga pengobatan itu saya hentikan di tengah jalan.Seringkali saya menangis di depan cermin melihat kondisi wajah saya. Sakit itu benar-benar menghambat profesi saya sebagai staf akuntan yang mengharuskan bertemu dengan banyak orang setiap harinya. Hanya keluarga yang bisa memberikan dukungan agar rasa minder saya tidak makin parah. Dalam kepedihan itu saya hanya bisa berpasrah diri kepada Tuhan.Dan saya bersyukur Allah telah memberikan petunjuk. Setelahs ekian lama mencari informasi, akhirnya saya menemukan jawabnya melalui website HFS. Di website tersebut saya mendapatkan penjelasan gamblang tentang penyakit yang saya derita. Berbekal info tersebut kemudian saya langsung menuju Surabaya untuk memeriksakan diri yang sekaligus melakukan operasi. Alhamdulillah, dengan operasi yang tidak lebih dari dua jam lamanya, wajah saya kembali normal dan tidak merot lagi.Sungguh saya bagaikan mendapat mukjizat. Kesembuhan itu membuat saya seolah terlahir kembali. Semangat melakukan berbagai aktivitas dan tak pernah merasakan tekanan batin seperti dulu.Sebagai bentuk terima kasih kepada Tuhan, kini saya berusaha berbagi informasi kepada masyarakat mengenai apa itu HFS. Sebab, seperti yang pernah saya alami, tidak banyak orang yang mengetahui penyakit yang satu ini dan bagaimana cara penyembuhannya.Contributor: Rahma
Kalau berbicara soal penderitaan, rasanya cukup buat saya. Tidak tanggung-tanggung selama 20 tahun saya menderita HFS. Selama itu pula saya mengalami penderitaan yang tak terkirakan. Sudah tak terhitung, berapa dokter saraf yang saya datangi, tapi semuanya tidak ada yang bisa memberikan solusi pengobatan yang tepat. Bahkan tak sekedar kedutan, setelah sekian tahun berjalan, wajah saya berubah menjadi merot karena tertarik ke belakang.
Setelah berbagai macam dokter di Jakarta tidak berhasil, saya tidak putus asa, saya kemudian mencari peruntungan dengan beralih mencoba tusuk jarum yang konon bisa menyembuhkan. Tapi lagi-lagi tidak berhasil, sehingga saya beralih lagi ke suntik botox. Memang suntikan ini membuat wajah saya tak bergerak-gerak lagi, namun efek dari suntikan ini selain membuat wajah saya terasa bebal, lama kelamaan mata saya menjadi melotot. Karena tidak ada manfaatnya sehingga pengobatan itu saya hentikan di tengah jalan.
Seringkali saya menangis di depan cermin melihat kondisi wajah saya. Sakit itu benar-benar menghambat profesi saya sebagai staf akuntan yang mengharuskan bertemu dengan banyak orang setiap harinya. Hanya keluarga yang bisa memberikan dukungan agar rasa minder saya tidak makin parah. Dalam kepedihan itu saya hanya bisa berpasrah diri kepada Tuhan.
Dan saya bersyukur Allah telah memberikan petunjuk. Setelahs ekian lama mencari informasi, akhirnya saya menemukan jawabnya melalui website HFS. Di website tersebut saya mendapatkan penjelasan gamblang tentang penyakit yang saya derita. Berbekal info tersebut kemudian saya langsung menuju Surabaya untuk memeriksakan diri yang sekaligus melakukan operasi. Alhamdulillah, dengan operasi yang tidak lebih dari dua jam lamanya, wajah saya kembali normal dan tidak merot lagi.
Sungguh saya bagaikan mendapat mukjizat. Kesembuhan itu membuat saya seolah terlahir kembali. Semangat melakukan berbagai aktivitas dan tak pernah merasakan tekanan batin seperti dulu.
Sebagai bentuk terima kasih kepada Tuhan, kini saya berusaha berbagi informasi kepada masyarakat mengenai apa itu HFS. Sebab, seperti yang pernah saya alami, tidak banyak orang yang mengetahui penyakit yang satu ini dan bagaimana cara penyembuhannya.
Setelah berbagai macam dokter di Jakarta tidak berhasil, saya tidak putus asa, saya kemudian mencari peruntungan dengan beralih mencoba tusuk jarum yang konon bisa menyembuhkan. Tapi lagi-lagi tidak berhasil, sehingga saya beralih lagi ke suntik botox. Memang suntikan ini membuat wajah saya tak bergerak-gerak lagi, namun efek dari suntikan ini selain membuat wajah saya terasa bebal, lama kelamaan mata saya menjadi melotot. Karena tidak ada manfaatnya sehingga pengobatan itu saya hentikan di tengah jalan.
Seringkali saya menangis di depan cermin melihat kondisi wajah saya. Sakit itu benar-benar menghambat profesi saya sebagai staf akuntan yang mengharuskan bertemu dengan banyak orang setiap harinya. Hanya keluarga yang bisa memberikan dukungan agar rasa minder saya tidak makin parah. Dalam kepedihan itu saya hanya bisa berpasrah diri kepada Tuhan.
Dan saya bersyukur Allah telah memberikan petunjuk. Setelahs ekian lama mencari informasi, akhirnya saya menemukan jawabnya melalui website HFS. Di website tersebut saya mendapatkan penjelasan gamblang tentang penyakit yang saya derita. Berbekal info tersebut kemudian saya langsung menuju Surabaya untuk memeriksakan diri yang sekaligus melakukan operasi. Alhamdulillah, dengan operasi yang tidak lebih dari dua jam lamanya, wajah saya kembali normal dan tidak merot lagi.
Sungguh saya bagaikan mendapat mukjizat. Kesembuhan itu membuat saya seolah terlahir kembali. Semangat melakukan berbagai aktivitas dan tak pernah merasakan tekanan batin seperti dulu.
Sebagai bentuk terima kasih kepada Tuhan, kini saya berusaha berbagi informasi kepada masyarakat mengenai apa itu HFS. Sebab, seperti yang pernah saya alami, tidak banyak orang yang mengetahui penyakit yang satu ini dan bagaimana cara penyembuhannya.